Inggris Raya di Ambang Pecah, 3 Wilayah Minta Referendum

3 menit membaca View : 7
Redaksi Vikara
Internasional, News, Politik - 14 Sep 2026

CARDIFF, vikara. id – Inggris Raya kembali diguncang isu perpecahan. Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara disebut akan kompak mendorong referendum yang dapat membuka jalan bagi ketiga wilayah tersebut menentukan masa depan politiknya sendiri.

Rencana mengejutkan itu akan dibahas dalam pertemuan di Cardiff, Wales. Ketiga wilayah tersebut disebut berencana menandatangani deklarasi bersama yang menuntut adanya jalan menuju referendum kemerdekaan.

Dorongan tersebut semakin kuat setelah Perdana Menteri Inggris Raya, Andy Burnham, menyatakan di hadapan House of Commons bahwa pemungutan suara lanjutan dapat dilakukan apabila mayoritas masyarakat Skotlandia menghendakinya.

Menteri Pendidikan Skotlandia, Mairi McAllan, menegaskan referendum kemerdekaan masih menjadi prioritas pemerintah wilayah tersebut.”Kami mencurahkan waktu untuk hal ini karena ini merupakan perubahan transformasional yang memungkinkan Skotlandia berdiri di atas kaki sendiri di kancah dunia dan secara penuh mengupayakan masa depan lebih baik yang kami inginkan,” ujar McAllan.

Menurutnya, kondisi politik Inggris saat ini sudah tidak dapat dipertahankan seperti sebelumnya.”Status quo di Inggris tidak dapat dipertahankan,” tegasnya.

READ  Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Diterikkan!

Tiga Wilayah Mulai Kompak

Langkah politik tersebut menjadi semakin serius karena Perdana Menteri Wales dan Irlandia Utara disebut turut mendukung gagasan untuk menentukan masa depan mereka di luar kesatuan Inggris Raya.

McAllan mengatakan pihaknya ingin pernyataan pemerintah Inggris mengenai hak Skotlandia menentukan masa depannya segera dituangkan dalam bentuk hukum.”Pekan lalu Perdana Menteri menegaskan di hadapan House of Commons bahwa Skotlandia harus memiliki jalan untuk menentukan masa depannya sendiri; jadi, kami hanya ingin hal itu disepakati sekarang dalam format hukum agar kami dapat menjalankan mandat kami di Skotlandia,” ungkap McAllan.

Jika deklarasi bersama benar-benar diteken, isu keutuhan Inggris Raya berpotensi memasuki babak baru.

Trump Ikut Bersuara

Di tengah memanasnya isu tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan mengenai masa depan Irlandia Utara.Saat menghadiri turnamen golf Irish Open, Trump secara terbuka menyatakan dukungan terhadap gagasan reunifikasi Irlandia, yakni penyatuan Irlandia Utara dengan Republik Irlandia.”Ada Irlandia Utara dan ada Irlandia, dan menurut saya, menyatukan keduanya adalah hal yang sangat wajar dan alami,” ujar Trump.

READ  Terkuak! Bupati Pemalang Diduga Kumpulkan Rp 1,9 Miliar dari Bawahan untuk 'Urus' Kasus

Namun, Trump memilih menahan diri ketika ditanya mengenai kemungkinan Skotlandia memisahkan diri dari Inggris.”Anda bertanya soal Skotlandia. Itu hal yang belum akan saya bahas sekarang. Saya simpan dulu untuk lain waktu,” katanya.

Inggris Raya Hadapi Ujian Besar

Inggris Raya merupakan monarki konstitusional yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.Dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 69,4 juta jiwa pada 2025, tuntutan referendum dari tiga wilayah tersebut dapat menjadi tantangan besar bagi keutuhan negara.Kini, perhatian tertuju pada pertemuan di Cardiff. Jika deklarasi bersama benar-benar diteken, peta politik Inggris Raya bisa memasuki fase baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
CLOSE ADS