Maudy Ayunda Tuai Amarah, Nasihat soal Berita Dinilai Tak Peka

2 menit membaca View : 5
Redaksi Vikara
News, Regional, Viral - 15 Sep 2026

JAKARTA, vikara. id – Maudy Ayunda tengah menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang cara menghadapi berita buruk menuai kritik dari warganet. Pesan soal mindfulness yang disampaikannya dinilai sebagian masyarakat kurang peka terhadap kondisi mereka yang justru harus berhadapan langsung dengan berbagai persoalan.

Polemik bermula dari video “mindfulness in the age of bad news” yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026. Dalam video tersebut, Maudy mengungkapkan rasa kewalahan menghadapi banyaknya berita buruk dari dalam dan luar negeri.

Ia kemudian menyarankan masyarakat mengatur konsumsi informasi, memilih sumber berita yang terpercaya, hingga mengambil jeda dari berita ketika merasa sudah terdampak secara emosional.

Namun, pesan tersebut justru memantik reaksi keras.

Sejumlah warganet mempertanyakan bagaimana seseorang bisa begitu saja mengambil jarak dari berita ketika persoalan yang diberitakan menyangkut kehidupan mereka secara langsung.

Warganet Soroti “Privilege” Maudy

Salah satu bagian yang paling disorot adalah gagasan bahwa seseorang bisa mengambil jarak dari bad news.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, kehilangan pekerjaan, menghadapi persoalan ekonomi, atau terkena dampak kebijakan tertentu, berita bukan sekadar informasi yang bisa dihindari.

READ  Misteri Pemilik 74 Kg Emas, Kejagung Kembali Geledah Rumah Bekas Jampidsus Febrie

Mereka membutuhkan informasi untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan mereka.

Karena itu, nasihat untuk “menjauh dari berita” dinilai tidak bisa disamaratakan. Warganet menilai kemampuan melakukan news detox merupakan sesuatu yang lebih mudah dilakukan oleh orang yang memiliki pilihan untuk tidak berhadapan langsung dengan persoalan tersebut.

Kritik kemudian berkembang menjadi tudingan bahwa pesan Maudy terdengar kurang sensitif terhadap masyarakat yang tidak memiliki privilese serupa.

Maudy Akhirnya Minta Maaf

Setelah mendapat kritik, Maudy akhirnya memberikan respons. Ia mengakui bahwa ada bagian dari pesannya yang belum cukup ia refleksikan.

Maudy bahkan mengakui bahwa kemampuan menjauh dari berita merupakan sebuah privilese.

“Mampu menjauh dari berita itu sendiri merupakan suatu privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu.”

Ia menyadari tidak semua orang bisa mengambil jarak dari berita, terutama ketika persoalan yang terjadi berdampak langsung terhadap kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitas mereka.

Maudy kemudian menyampaikan permintaan maaf.

“Saya mohon maaf karena bagian ini belum cukup saya refleksikan di videonya,” tulisnya di kolom komentar video tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa mindfulness yang dimaksud bukanlah alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realitas.

READ  Kebakaran Bromo Mendekat, Pengunjung Kafe Panik

Meski demikian, polemik tersebut telanjur memunculkan perdebatan mengenai kesenjangan pengalaman antara mereka yang dapat memilih untuk membatasi konsumsi berita dan masyarakat yang justru tidak bisa berpaling dari persoalan karena mengalaminya secara langsung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
CLOSE ADS